Selasa, 28 Oktober 2014

Pemilihan Kata



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pemilihan Kata
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Dari pernyataan itu tampak bahwa penguasaan kata seseorang akan mempengaruhi kegiatan berbahasanya, termasuk saat yang bersangkutan membuat karangan. Selain itu diksi menurut pendapat lain adalah ketepatan pemilihan kata di pengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan yang memahami, mengetahui, menguasai dan penggunaan kata aktif dan efektif kepada pembaca dan pendengarnya.


B.     Syarat-syarat Pemilihan Kata
1.      Kata-kata denotatif dan konotatif
1.      Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh kata denotatif :
1.         Pengadilan
2.         Tidak Tega
3.         Generasi muda

2.      Makna konotatif adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
                  Contoh kata konotatif :
1.      Meja Hijau
2.      Berat Hati
3.      Tunas Bangsa



2.      Kata makna bersinonim dan Kata yang Berhomonim
Beberapa kata yang melambangkan satu makna tergolong kata yang sinonim. Sinonim adalah kata yang maknanya sama atau mirip dengan kata lain.persamaan makna itu biasa tidak berlaku sepenuhnya,namun dalam kadar tertentu ada pertalian makna antara kata-kata yang berbeda itu.
Contohnya dapat dilihat dalam pengunaan kata penonton dan pemirsa,yang keduanya mengandung makna orang yang menyaksikan suatu tontonan. Pilihanya harus dapat dibedakan, yaitu penonton dapat digunakan untuk semua tontonan atau pertunjukan, sedangkan pemirsa hanya lazim digunakan pada tayangan televise.
Contoh:
a.       Sorakan penonton pertandingan di lapangan Andi Matallata. (penonton tidak dapat diganti permisa).
b.       “para permisa, di mana pun anda berada”. ujar penyiar televise mengawali siarannya. (pemisa dapat diganti dengan penonton)

Selanjutnya, satu kata yang mengandung beberapa makna di sebuah kata yang berhomonim atau kata yang homonim. Hamonim ialah kata dalam satu bentuk yang sama ejaan dan lafalannya, tetapi makna dari kata itu yang berbeda. Misalnya, kata buku dapat bermakna sendi (pada tulang, bamboo, dan terbut) , begitu pula kata bisa dapat bermakna racun atau dapat atau boleh.
Contoh:
a.       saya membeli beberapa buah buku tulis.
b.      Buku tulang-tulangku terasa nyeri
c.       Bisa ular sangat berbahanya
d.      Anak kecil itu belum bisa berjalan dengan baik.


3.      Homofon dan Homograf
a.       Homofon
         Homofon adalah sebuah kata yang Bunyi atau suara pengucapannya sama, berbeda tulisan dan berbeda makna contoh :
Bank : tempat menyimpan uang
Bang : panggilan untuk kakak laki-laki

b.      Homograf
Homograf adalah sebuah kata yang Sama tulisan, berbeda bunyi dan berbeda makna, contoh :
Budi sedang makan apel
Budi terlambat apel pagi di sekolahnya


4.      Kata umum dan kata khusus
Makna Kata umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas. Sedangkan Makna kata khusus adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit.
Contoh kata umum dan kata khusus

Kata Umum
Kata Khusus
Ikan
Lele, tuna, kerapu, paus, dll.
Bunga
Kamboja, raflesia, melati, dll.
Campuran
Adonan, ramuan.



5.      Kata  kajian dan kata popular
Kata Kajian adalah Kata yang perlu ditelaah lebih jauh lagi maknanya karena tidak bisa langsung dipahami oleh semua orang. Kata yang dipakai untuk suatu pengkajian atau kepentingan keilmuan. Kajian berarti hasil mengkaji.
Ciri-ciri:
a.       Hanya dikenal orang tertentu (ilmuwan, cendekia)
b.      Dipakai dalam kegiatan-kegiatan ilmiah.





Kata populer adalah Kata yang dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari- hari.
Ciri-ciri:
a.       mudah diketahui, dimengerti dan dipakai oleh masyarakat luas.
b.      dipakai dalam kehidupan sehari hari.
Contoh :

Kata kajian
Kata populer
Aktivitas
Kegiatan
Filter
Penyaring
Kontemplasi
Merenung
Pasien
Orang sakit
Alumnus
Lulusan
Rangking
Peringkat
Mengevaluasi
Menilai
introspeksi
Koreksi diri
Evaluasi
Penilaian
Makna
Arti
Potensi
Kemampuan
Lumsum
Dibayar langsung
Prioritas
Diutamakan
Transaksi
Jual beli
Desain
Rancangan
Metode
Cara
Fraksi
Pecahan
Makro
Besar
Volume
Isi
Target
Sasaran




6.      Kata baku dan non-baku
Kata baku dan non-baku dapat dilihat berdasarkan beberapa  ranah seperti :
a.       Ranah fonologis
Kata baku yang memiliki kata non-baku karena :
1.   Penambahan fonem
  Kata baku                              kata non baku
                           Imbau                                      himbau
                           Andal                                      handal
                           Utang                                      hutang

2.   Pengurangan fonem
                            Kata baku                            kata non-baku
                           Terap                                          trap
                           Terampil                                  trampil
                           Tetapi                                          tapi
                           Tidak                                            tak

3.   Pengubahan fonem
                          Kata baku                              kata non-baku
                          Telur                                           telor
                          Ubah                                          obah
                          Tampak                                     nampak

b.      Ranah leksikon
Kata (frasa) baku yang memiliki kata (frasa) non-baku yang terdapat dalam  ragam percakapan.
Cotoh  pasangan kata (frasa) baku dan kata (frasa) non-baku sebagai berikut :
            Kata baku                                Kata non-baku
                       Tidak terlalu                            tidak begitu
                        Belum masak                           belum matang
                        Tidak mau                               enggak mau
                        Hanya nasi                              nasi doang

Dalam bahasa indonesia, karena adanya penyerapan bahasa asing atau bahasa daerah (sansekerta) terdapat pasangan kata baku dan non-baku. Maka harus memilih dan menggunakan kata serapan yang sudah di bakukan.
Kata baku                      kata non-baku
Apotek                           apotik
Asas                               azas
Asasi                              azasi
Analisis                          analisa

7.      Kata Mubazir
Kata Mubazir adalah kata-kata bersinonim atau kata-kata yang sama maknanya dan digunakan bersama-sama sekaligus sehingga menjadi mubazir, atau Kata Mubazir yaitu  kata-kata yang sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat, seperti “adalah” (kata kopula), “telah” (petunjuk masa lampau), “untuk” (sebagai terjemahan to dalam bahasa Inggris), dan bentuk jamak yang tidak perlu diulang.
a.       Ia adalah seorang dokter –> Ia seorang dokter.
b.      Ia telah menikah setahun lalu –> Ia menikah setahun lalu.
c.       Ia berupaya untuk menjadi dokter teladan –> Ia berupaya menjadi dokter teladan.
d.      Bapak dari dua anak ini  –> Bapak dua anak ini.
e.       Ia mengatakan bahwa anaknya memang bersalah –> Ia mengatakan anaknya memang bersalah.
f.       Banyak teman-temannya yang terharu –> Banyak temannya yang terharu.
Termasuk kata mubazir: “pada hari”, “pada bulan”, “pada tahun”, dan “bertempat di” seperti dalam contoh di bawah ini:
a.       Acara dilaksanakan pada hari Minggu sore tanggal 11 Januari 2012 –> Acara dilaksanakan Minggu sore, 11 Januari 2012 (lebih hemat kata/efektif).
b.      Itu ditemukan pada tahun 1969 –> Itu ditemukan tahun 1969.
c.       Harga BBM mulai naik pada bulan Januari 2013 –> Harga BBM mulai naik Januari 2013.
d.      Mahasiswa dan polisi bentrok dalam aksi demonstrasi yang bertempat di Bundaran HI –>Mahasiswa dan polisi bentrok dalam aksi demonstrasi di Bundaran HI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar