BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pemilihan Kata
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras
dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek
tertentu seperti yang diharapkan. Dari pernyataan itu tampak bahwa penguasaan
kata seseorang akan mempengaruhi kegiatan berbahasanya, termasuk saat yang
bersangkutan membuat karangan. Selain itu diksi menurut pendapat lain
adalah ketepatan pemilihan kata di pengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa
yang terkait dengan kemampuan yang memahami, mengetahui, menguasai dan
penggunaan kata aktif dan efektif kepada pembaca dan pendengarnya.
B. Syarat-syarat Pemilihan Kata
1.
Kata-kata denotatif dan konotatif
1.
Makna denotatif adalah makna
yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang
bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan
makna.
Contoh kata denotatif :
1.
Pengadilan
2.
Tidak Tega
3.
Generasi muda
2.
Makna konotatif adalah makna yang bukan
sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang
mengalami penambahan.
Contoh kata konotatif :
1.
Meja Hijau
2.
Berat Hati
3.
Tunas Bangsa
2. Kata makna
bersinonim dan Kata yang Berhomonim
Beberapa kata yang
melambangkan satu makna tergolong kata yang sinonim. Sinonim adalah kata yang
maknanya sama atau mirip dengan kata lain.persamaan makna itu biasa tidak
berlaku sepenuhnya,namun dalam kadar tertentu ada pertalian makna antara
kata-kata yang berbeda itu.
Contohnya dapat
dilihat dalam pengunaan kata penonton dan pemirsa,yang keduanya mengandung
makna orang yang menyaksikan suatu tontonan. Pilihanya harus dapat dibedakan,
yaitu penonton dapat digunakan untuk semua tontonan atau pertunjukan, sedangkan
pemirsa hanya lazim digunakan pada tayangan televise.
Contoh:
a.
Sorakan penonton pertandingan di
lapangan Andi Matallata. (penonton tidak dapat diganti permisa).
b.
“para permisa,
di mana pun anda berada”. ujar penyiar televise mengawali siarannya. (pemisa
dapat diganti dengan penonton)
Selanjutnya,
satu kata yang mengandung beberapa makna di sebuah kata yang berhomonim atau
kata yang homonim. Hamonim ialah kata dalam satu bentuk yang sama ejaan
dan lafalannya, tetapi makna dari kata itu yang berbeda. Misalnya, kata buku
dapat bermakna sendi (pada tulang, bamboo, dan terbut) , begitu pula kata bisa
dapat bermakna racun atau dapat atau boleh.
Contoh:
a. saya membeli
beberapa buah buku tulis.
b. Buku
tulang-tulangku terasa nyeri
c. Bisa ular
sangat berbahanya
d. Anak kecil itu belum
bisa berjalan dengan baik.
3.
Homofon dan Homograf
a. Homofon
Homofon
adalah sebuah kata yang Bunyi atau suara pengucapannya sama, berbeda tulisan
dan berbeda makna contoh :
Bank : tempat menyimpan uang
Bang : panggilan untuk kakak laki-laki
b.
Homograf
Homograf adalah sebuah kata yang Sama tulisan, berbeda
bunyi dan berbeda makna, contoh :
Budi
sedang makan apel
Budi
terlambat apel pagi di sekolahnya
4. Kata umum dan
kata khusus
Makna Kata umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup
cakupan yang luas. Sedangkan Makna kata khusus adalah makna yang memiliki ruang
lingkup cakupan yang sempit.
Contoh kata
umum dan kata khusus
|
Kata Umum
|
Kata Khusus
|
|
Ikan
|
Lele, tuna, kerapu, paus, dll.
|
|
Bunga
|
Kamboja, raflesia, melati, dll.
|
|
Campuran
|
Adonan, ramuan.
|
5. Kata kajian dan kata popular
Kata Kajian adalah Kata yang perlu ditelaah lebih jauh lagi maknanya
karena tidak bisa langsung dipahami oleh semua orang. Kata yang dipakai untuk
suatu pengkajian atau kepentingan keilmuan. Kajian berarti hasil mengkaji.
Ciri-ciri:
a.
Hanya dikenal orang tertentu (ilmuwan,
cendekia)
b.
Dipakai dalam kegiatan-kegiatan ilmiah.
Kata populer adalah Kata yang dipakai oleh berbagai lapisan
masyarakat dalam kehidupan sehari- hari.
Ciri-ciri:
a.
mudah diketahui, dimengerti dan dipakai
oleh masyarakat luas.
b.
dipakai dalam kehidupan sehari hari.
Contoh :
|
Kata kajian
|
Kata populer
|
|
Aktivitas
|
Kegiatan
|
|
Filter
|
Penyaring
|
|
Kontemplasi
|
Merenung
|
|
Pasien
|
Orang sakit
|
|
Alumnus
|
Lulusan
|
|
Rangking
|
Peringkat
|
|
Mengevaluasi
|
Menilai
|
|
introspeksi
|
Koreksi diri
|
|
Evaluasi
|
Penilaian
|
|
Makna
|
Arti
|
|
Potensi
|
Kemampuan
|
|
Lumsum
|
Dibayar langsung
|
|
Prioritas
|
Diutamakan
|
|
Transaksi
|
Jual beli
|
|
Desain
|
Rancangan
|
|
Metode
|
Cara
|
|
Fraksi
|
Pecahan
|
|
Makro
|
Besar
|
|
Volume
|
Isi
|
|
Target
|
Sasaran
|
6. Kata baku dan
non-baku
Kata baku dan non-baku dapat dilihat
berdasarkan beberapa ranah seperti :
a.
Ranah fonologis
Kata baku yang memiliki kata non-baku karena :
1. Penambahan fonem
Kata baku kata non baku
Imbau himbau
Andal handal
Utang hutang
2. Pengurangan fonem
Kata baku kata non-baku
Terap trap
Terampil trampil
Tetapi tapi
Tidak tak
3. Pengubahan fonem
Kata baku kata
non-baku
Telur telor
Ubah obah
Tampak nampak
b.
Ranah leksikon
Kata (frasa) baku yang memiliki kata (frasa) non-baku
yang terdapat dalam ragam percakapan.
Cotoh pasangan
kata (frasa) baku dan kata (frasa) non-baku sebagai berikut :
Kata baku Kata non-baku
Tidak terlalu tidak begitu
Belum masak belum matang
Tidak mau enggak mau
Hanya nasi nasi doang
Dalam bahasa indonesia, karena adanya penyerapan bahasa
asing atau bahasa daerah (sansekerta) terdapat pasangan kata baku dan non-baku.
Maka harus memilih dan menggunakan kata serapan yang sudah di bakukan.
Kata baku kata
non-baku
Apotek apotik
Asas azas
Asasi azasi
Analisis analisa
7. Kata Mubazir
Kata Mubazir adalah kata-kata
bersinonim atau kata-kata yang sama maknanya dan digunakan bersama-sama
sekaligus sehingga menjadi mubazir, atau Kata Mubazir yaitu kata-kata
yang sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat, seperti “adalah” (kata kopula),
“telah” (petunjuk masa lampau), “untuk” (sebagai terjemahan to dalam
bahasa Inggris), dan bentuk jamak yang tidak perlu diulang.
a. Ia adalah
seorang dokter –> Ia seorang dokter.
b. Ia telah
menikah setahun lalu –> Ia menikah setahun lalu.
c. Ia berupaya untuk
menjadi dokter teladan –> Ia berupaya menjadi dokter teladan.
d. Bapak dari
dua anak ini –> Bapak dua anak ini.
e. Ia mengatakan bahwa
anaknya memang bersalah –> Ia mengatakan anaknya memang bersalah.
f. Banyak teman-temannya yang terharu –> Banyak temannya yang
terharu.
Termasuk kata
mubazir: “pada hari”, “pada bulan”, “pada tahun”, dan “bertempat di” seperti
dalam contoh di bawah ini:
a. Acara
dilaksanakan pada hari Minggu sore tanggal 11 Januari 2012 –>
Acara dilaksanakan Minggu sore, 11 Januari 2012 (lebih hemat kata/efektif).
b. Itu ditemukan pada
tahun 1969 –> Itu ditemukan tahun 1969.
c. Harga BBM mulai
naik pada bulan Januari 2013 –> Harga BBM mulai naik Januari 2013.
d. Mahasiswa dan
polisi bentrok dalam aksi demonstrasi yang bertempat di Bundaran HI
–>Mahasiswa dan polisi bentrok dalam aksi demonstrasi di Bundaran HI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar